Friday, September 9, 2011

Saat Diri Tersungkur episod 4

liku-liku hidup yang panjang
masih mengejar
bayang-bayang yang datang
asyik menjengah
biar dari kejauhan
tapi tetap memandang

bukan mengeluh dengan ujian
tapi terkesan dengan dugaan
asyik dengan kesakitan
penuh dengan kedukaan

biar duka disembunyi
biar wajah tetap berseri
asal dipandang tidak sepi
menunjuk yg bukan realiti

hampa itu ada
muram itu terasa
perit dengan ketawa
kosong dengan hilaian
merintih dalam segan

ini bukan retorik cinta
bukan puisi pujangga
tidak juga kisah ceritera
apa lagi kiasan bermadah


akal
dicipta untuk berfikir
yg hak beza dengan yang batil
hati
dicipta untuk merasa
bukan untuk merintih
keluh kesah

ya
buang yang duka
ambil yang suka
andai tersungkur lagi
bangun
lihat awan
agar tenang kembali
sujud
pada ilahi
agar terus dikasihi

sekian
titipan bawah angin malam..


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...